Jelajahi Struktur Direktori Hugo

Terakhir di Update January 03, 2026

Halo sobat blogger dan penggiat web statis! Selamat datang kembali di deuxly.id.

Kalau kamu baru saja hijrah dari WordPress ke Hugo, atau mungkin baru pertama kali mengetikkan perintah

hugo new site
pasti ada satu momen di mana kamu terdiam menatap layar. “Ini folder kok banyak banget? Fungsinya buat apa aja, ya?” Tenang, kamu ngga sendirian.

Hugo memang dikenal sebagai Static Site Generator (SSG) tercepat di dunia, tapi strukturnya yang “kaku” namun fleksibel ini seringkali bikin pemula keder duluan. Padahal, kalau kamu sudah paham logika di balik struktur direktorinya, mengelola blog dengan Hugo itu jauh lebih menyenangkan dan clean dibandingkan CMS dinamis manapun.

Jelajahi Struktur Direktori Hugo
Nov 28, 2025
9 min read
0 Views
0 Komentar

Halo sobat blogger dan penggiat web statis! Selamat datang kembali di deuxly.id.

Kalau kamu baru saja hijrah dari WordPress ke Hugo, atau mungkin baru pertama kali mengetikkan perintah

hugo new site
pasti ada satu momen di mana kamu terdiam menatap layar. “Ini folder kok banyak banget? Fungsinya buat apa aja, ya?” Tenang, kamu ngga sendirian.

Hugo memang dikenal sebagai Static Site Generator (SSG) tercepat di dunia, tapi strukturnya yang “kaku” namun fleksibel ini seringkali bikin pemula keder duluan. Padahal, kalau kamu sudah paham logika di balik struktur direktorinya, mengelola blog dengan Hugo itu jauh lebih menyenangkan dan clean dibandingkan CMS dinamis manapun.

Di artikel ini, kita nggak cuma akan membahas definisi kaku ala dokumentasi resmi. Saya, Deuxly, akan mengajak kamu “jalan-jalan” menelusuri setiap lorong folder di Hugo, memahami fungsinya, dan bagaimana memanfaatkannya agar blog kamu (yang mungkin pakai deuxlytheme atau tema lainnya) bisa berjalan maksimal di mesin pencari.

Siapkan cemilan, mari kita bedah satu per satu!

Daftar Isi

Mengapa Struktur Direktori Hugo Itu Penting?

Sebelum kita masuk ke teknis, kenapa sih kita harus peduli sama struktur folder? Bukannya tinggal download tema, tulis konten, lalu deploy?

Memang bisa begitu, tapi pemahaman struktur direktori adalah kunci jika kamu ingin:

  1. Kustomisasi Tampilan: Mengubah warna, font, atau layout tanpa merusak tema asli.

  2. Optimasi SEO: Menaruh file robots.txt atau sitemap di tempat yang tepat.

  3. Manajemen Aset: Tahu bedanya menaruh gambar di folder static vs assets (ini krusial buat performa!).

  4. Debugging: Tahu harus ngecek ke mana kalau tiba-tiba halaman blog kamu error atau berantakan.

Hugo menggunakan prinsip “Opinionated Framework”. Artinya, Hugo punya aturan main sendiri soal di mana kamu harus menaruh file. Kalau kamu ikuti aturannya, Hugo akan bekerja secepat kilat. Kalau dilanggar? Ya, siap-siap error.

Hierarki Utama: Skeleton Sebuah Situs Hugo

Saat kamu membuat situs baru, Hugo secara otomatis akan membuatkan kerangka dasar (scaffolding). Mari kita urutkan dari yang paling sering kamu sentuh hingga yang paling teknis.

Content (Jantungnya Website Kamu)

Ini adalah folder yang paling penting dan akan paling sering kamu buka. Sesuai namanya, semua tulisan, artikel, halaman “About”, hingga portofolio kamu tinggal di sini.

Di dalam folder content, struktur sub-foldernya akan menentukan URL website kamu.

  • Contoh: File content/blog/artikel-pertama.md akan menjadi deuxly.id/blog/artikel-pertama/.

Poin Penting di Folder Content

  • Format Markdown: Hugo mencintai Markdown (.md). Jadi, lupakan editor WYSIWYG yang berat. Kamu menulis dengan sintaks ringan.

  • Front Matter: Di bagian paling atas setiap file konten, ada area yang diapit oleh +++ (TOML) atau --- (YAML). Ini adalah metadata artikel kamu (judul, tanggal, kategori, tags). Tanpa ini, Hugo nggak akan tahu cara merender tulisanmu.

  • _index.md: Pernah lihat file ini? File ini bertugas sebagai “halaman muka” untuk sebuah section. Misalnya, kamu punya folder content/tutorial/. Jika kamu ingin halaman deuxly.id/tutorial/ punya deskripsi khusus dan bukan cuma daftar link, kamu buat file _index.md di folder tersebut.

Tips Deuxly: Selalu rapikan folder content kamu berdasarkan kategori (Sections). Jangan tumpuk semua file .md di root folder content, nanti kamu pusing sendiri saat artikel sudah ratusan!

Static (Gudang Barang Mentah)

Bayangkan folder static ini sebagai sebuah gudang penyimpanan barang yang “siap pakai”. Apapun yang kamu taruh di sini, Hugo akan menyalinnya mentah-mentah (tanpa diubah, tanpa diproses) ke folder hasil build (public/).

Apa yang biasanya ada di sini?

  • Gambar Artikel: Meskipun bisa di assets, banyak yang suka taruh di sini.

  • File Verifikasi: File ads.txt (untuk AdSense), robots.txt, atau file verifikasi Google Search Console.

  • Favicon: Ikon kecil di tab browser.

Cara Kerjanya Unik: File yang ada di static/gambar.jpg nantinya bisa diakses di browser dengan alamat domainkamu.com/gambar.jpg. Perhatikan bahwa nama folder “static”-nya hilang di URL. Hugo memindahkannya ke root server.

Themes (Baju Website Kamu)

Di sinilah tema favorit kamu lainnya bersemayam. Folder ini berisi paket lengkap desain: layout HTML, CSS, JavaScript, dan logika tampilan.

Aturan Emas:

  • JANGAN EDIT FILE DI SINI LANGSUNG. Ini kesalahan pemula yang paling fatal. Kenapa? Karena kalau si pembuat tema merilis update terbaru dan kamu melakukan update, semua perubahan yang kamu buat manual di folder ini akan tertimpa dan hilang.

  • Solusinya? Gunakan teknik Overriding (akan kita bahas di bawah). Hugo sangat pintar; dia akan memprioritaskan file di root project kamu daripada file di dalam folder themes.

config.toml / hugo.toml (Pusat Komando)

Ini adalah otak dari operasi situs Hugo kamu. File konfigurasi ini (bisa berformat TOML, YAML, atau JSON) mengatur segalanya secara global.

Mulai dari:

  • baseURL: Alamat domain utama kamu.

  • languageCode: Bahasa situs (misalnya id-ID).

  • title: Judul besar situs.

  • Pengaturan Menu navigasi.

  • Parameter tema (seperti link sosmed, pengaturan warna, dll).

Salah satu koma saja hilang di file ini, bisa-bisa situs kamu gagal build. Jadi, hati-hati saat mengeditnya, ya!

Direktori Power User: Untuk Kamu yang Suka Ngulik

Kalau folder di atas adalah “ruang tamu”, folder-folder berikut ini adalah “ruang mesin”. Kamu mungkin jarang menyentuhnya di awal, tapi sangat krusial saat kamu ingin memodifikasi tampilan atau performa.

layouts (Cetak Biru Tampilan)

Folder layouts di root project kamu biasanya kosong saat pertama kali instalasi. Tapi, ini adalah folder terkuat untuk kustomisasi.

Ingat aturan “Jangan edit file di dalam folder themes”? Nah, di sinilah kamu menaruh file editanmu. Hugo menggunakan Lookup Order (urutan pencarian).

  • Skenario: Kamu ingin mengubah tampilan footer yang ada di tema.

  • Caranya: Cari file footer.html di dalam folder themes/nama-tema/layouts/partials/. Copy file tersebut.

  • Paste ke folder layouts/partials/ di root project kamu.

  • Edit file hasil copasan itu sesuka hati.

  • Hasil: Hugo akan menggunakan footer versimu, dan mengabaikan footer asli tema. Tema aman, desain sesuai keinginan!

archetypes/ (Cetakan Kue)

Pernah merasa capek mengetik Front Matter (judul, tanggal, kategori) secara manual setiap kali bikin artikel baru? archetypes adalah solusinya.

Ini adalah template untuk file konten baru. Saat kamu mengetik hugo new blog/artikel-baru.md, Hugo akan melihat ke folder archetypes/default.md untuk menentukan format awal file tersebut.

Kamu bisa menyeting agar setiap file baru otomatis terisi tanggal hari ini, draft statusnya true, atau bahkan sudah ada struktur sub-heading standar. Efisiensi tingkat dewa!

assets/ (Pabrik Pengolahan)

Banyak yang bingung bedanya assets dengan static.

  • Static: Copy-paste file apa adanya.

  • Assets: File yang butuh diproses oleh Hugo Pipes.

Biasanya folder ini berisi file SCSS/SASS (yang perlu dikompilasi jadi CSS), file JavaScript modern, atau gambar yang ingin kamu resize otomatis.

Misalnya, kamu punya gambar ukuran 5MB. Dengan menaruhnya di assets dan menggunakan kode Hugo tertentu di layout, kamu bisa memerintahkan Hugo untuk: “Tolong kompres gambar ini jadi ukuran 800px dan ubah formatnya ke WebP saat website di-build.” Hasilnya? Website super kencang dan skor Core Web Vitals hijau!

data/ (Database Sederhana)

Hugo tidak menggunakan database SQL seperti WordPress. Tapi, Hugo punya folder data untuk menyimpan data terstruktur (YAML, JSON, atau TOML).

Contoh penggunaannya: Kamu ingin membuat daftar “Anggota Tim” atau “Daftar Harga”. Daripada menulis HTML manual yang ribet, kamu bisa buat file tim.json di folder data. Lalu di layout, kamu tinggal panggil data tersebut untuk di-looping. Ini membuat situsmu jauh lebih rapi dan mudah di-maintenance.

public/ (Hasil Akhir)

Ini adalah folder “Output”. Folder ini hanya muncul setelah kamu menjalankan perintah hugo.

Isinya adalah file HTML, CSS, dan JS statis yang sudah jadi dan siap diunggah ke hosting seperti Netlify, Vercel, atau GitHub Pages . Jangan pernah mengedit file di sini, karena folder ini akan dihapus dan dibuat ulang setiap kali kamu melakukan build.

Hubungan Antar Direktori: Studi Kasus Sederhana

Biar makin paham, mari kita buat simulasi alur kerja. Katakanlah Langit ingin membuat postingan baru.

  1. Langit mengetik perintah di terminal. Hugo membaca archetypes untuk membuat file .md baru.

  2. Langit menulis artikel di file tersebut yang tersimpan di content.

  3. Langit menambahkan gambar ilustrasi ke folder static.

  4. Saat Langit menjalankan server lokal, Hugo membaca config.toml untuk setelan dasar.

  5. Hugo mengambil desain dari themes. Tapi, Hugo menyadari Langit pernah memodifikasi header, jadi Hugo mengambil file header dari folder layouts milik Langit, bukan dari tema.

  6. Hugo menggabungkan konten + layout + aset, lalu menyajikannya di browser.

Semua proses kompleks itu terjadi dalam hitungan milidetik. Cepat banget, kan?

Tips Merawat Struktur Direktori Agar Tetap SEO Friendly

Sebagai penutup, berikut adalah beberapa tips dari meja redaksi Deuxly untuk menjaga struktur direktori kamu tetap sehat dan ramah mesin pencari:

  1. Gunakan Slug yang Bersih di Content: Pastikan nama file .md kamu menggunakan kata kunci yang relevan. Jangan pakai nama file seperti DSC001.md. Gantilah menjadi tips-belajar-hugo.md.

  2. Manfaatkan Folder static untuk Robots.txt: Pastikan kamu punya file robots.txt di folder static untuk memberi tahu Google halaman mana yang boleh dan tidak boleh diindeks.

  3. Organisir Gambar: Jangan taruh semua gambar di root static/images. Buatlah sub-folder per tahun atau per kategori, misal static/images/2025/tutorial/. Ini memudahkan manajemen jangka panjang.

  4. Hati-hati dengan i18n: Jika kamu berniat membuat situs multibahasa, kamu akan bertemu folder i18n. Pelajari strukturnya agar tidak terjadi duplikasi konten yang buruk buat SEO.

Kesimpulan

Memahami struktur direktori Hugo mungkin terlihat membosankan di awal. Rasanya seperti belajar anatomi tubuh padahal kita cuma ingin lari pagi. Tapi percayalah, pemahaman ini adalah investasi terbaik.

Dengan menguasai fungsi folder content, layouts, static, dan lainnya, kamu memegang kendali penuh atas website kamu. Kamu bukan lagi sekadar pengguna tema, tapi seorang Webmaster yang bisa memodifikasi situs sesuai kebutuhan audiens dan tuntutan SEO.

Jadi, sudah siap mengulik folder Hugo kamu hari ini? Atau mungkin mau coba bikin custom layout di folder layouts?

Semoga panduan dari Deuxly ini membantu mencerahkan jalan ninjamu di dunia Hugo. Jangan lupa cek artikel lainnya di deuxly.id untuk tutorial Hugo yang lebih advanced!

Selamat ngoding dan salam open source!

FAQ Singkat (Pertanyaan Sering Muncul)

Q: Kalau saya hapus folder resources, aman nggak?

A: Aman. Folder resources adalah folder cache yang dibuat Hugo untuk mempercepat pemrosesan gambar (Hugo Pipes). Kalau dihapus, Hugo akan membuatnya lagi saat build berikutnya.

Q: Kenapa perubahan di config.toml nggak muncul?

A: Terkadang server Hugo perlu di-restart manual (matikan dengan Ctrl+C lalu jalankan hugo server lagi) jika kamu melakukan perubahan besar pada file konfigurasi.

Q: Bolehkah saya mengganti nama folder content?

A: Secara default tidak disarankan. Meskipun bisa diubah lewat konfigurasi, tapi ini akan menyulitkan jika kamu ganti tema di masa depan. Lebih baik ikuti standar Hugo saja (Convention over Configuration).


Tertarik diskusi lebih lanjut soal Hugo? Yuk tinggalkan jejak atau Klik!

0
Jelajahi Struktur Direktori Hugo
Jelajahi Struktur Direktori Hugo

Halo sobat blogger dan penggiat web statis! Selamat datang kembali di deuxly.id.

Kalau kamu baru …

Bagikan Artikel Deuxly ke:
  • WhatsApp
  • Facebook
  • Twitter
  • Pinterest

Komentar (0)

Paste kode HTML/Script di sini untuk di-parse (Encode).
Membalas: ...
Guest
Support Markdown
Memuat komentar...