Aku barusan ngalamin ini, kalah ranking sama blog yang masih baru. Ternyata, Google sekarang ga cuma liat keyword dan SEO doang. Mereka lebih peduli ke hal yang namanya EEAT.
Nah, di artikel ini aku bakal jelasin apa itu EEAT, kenapa penting, dan gimana cara nerapin di artikel blog tanpa ribet.
Daftar Isi
Apa Itu EEAT?
EEAT itu merupakan sebuah singkatan dari Experience, Expertise, Authoritativeness, dan Trustworthiness. 4 elemen ini merupakan patokan buat Google untuk ngecek: Nih artikel bisa dipercaya ga sih?
Bayangin kamu lagi sakit, terus browsing cara mengobati flu. Kamu lebih percaya artikel dari dokter yang udah praktek 10 tahun, atau dari blog random yang ga jelas penulisnya siapa? Nah, EEAT itu intinya kayak gitu.
Ini breakdown singkatnya:
- Experience (Pengalaman): Penulis pernah ngalamin langsung topik yang dibahas
- Expertise (Keahlian): Penulis paham sama topik yang dijelasin
- Authoritativeness (Otoritas): Blog/penulis diakuin sebagai sumber terpercaya
- Trustworthiness (Kepercayaan): Kontennya aman, jujur, dan ga bikin sesat
Dulu Google cuma pake EAT (tanpa Experience di depan). Tapi sejak 2022, mereka nambahin huruf E pertama karena pengalaman langsung itu penting banget buat kredibilitas konten.
Kenapa EEAT Penting untuk Blogger?
Simpel aja: Google makin pinter. Mereka ga mau ngasih informasi asal-asalan ke pembaca. Apalagi kalau topiknya sensitif kayak kesehatan, keuangan, atau pendidikan (Google nyebutnya YMYL - Your Money or Your Life).
Kalau kontenmu punya EEAT yang kuat, Google bakal lebih percaya dan ngasih ranking lebih tinggi. Selain itu:
- Pembaca juga lebih percaya sama tulisanmu
- Mereka bakal balik lagi ke blogmu
- Potensi dapet backlink dari blog lain juga lebih gede
Intinya, EEAT itu investasi jangka panjang. Bukan trik SEO instan, tapi dasar yang penting buat bangun kredibilitas blog kamu.
4 Pilar EEAT yang Harus Kamu Kuasai
Experience (Pengalaman Pribadi)
Ini soal kamu pernah ngalamin langsung atau ngga topik yang kamu bahas. Misal kamu review smartphone, udah pernah pegang langsung belum? Atau cuma ngambil review dari orang lain?
Contoh penerapan:
- Nulis review produk → kasih foto asli hasil jepretan sendiri, bukan stock photo
- Nulis tutorial → ceritain kesulitan yang kamu alami pas praktik
- Nulis tips traveling → bagiin pengalaman pribadi di tempat itu
Expertise (Keahlian)
Kamu ga harus jadi profesor buat punya expertise. Yang penting kamu paham sama topik yang dibahas dan bisa jelasin dengan detail.
Contoh penerapan:
- Artikel masakan → tambahin tips dari pengalaman masak bertahun-tahun
- Artikel teknologi → jelasin secara teknis tapi tetep gampang dipahami
- Artikel bisnis → referensi ke data atau studi kasus nyata
Authoritativeness (Otoritas)
Ini soal reputasi. Apakah blog atau kamu sebagai penulis dianggap jago di bidang tertentu? Ini yang paling lama dibangun, tapi efeknya jangka panjang.
Contoh penerapan:
- Dapet backlink dari blog lain yang niche-nya sama
- Sering dimention di media sosial atau forum
- Punya portofolio artikel yang konsisten di satu topik
Trustworthiness (Kepercayaan)
Ini yang paling penting! Kalau pembaca ga percaya sama kontenmu, tiga pilar di atas bakal jadi sia-sia. Trustworthiness itu soal keamanan dan kejujuran.
Contoh penerapan:
- Pakai HTTPS (SSL) di blog kamu
- Cantumin sumber dengan jelas
- Jangan clickbait atau lebay di judul
- Update artikel lama yang informasinya udah kadaluarsa
To-do List: Menerapkan EEAT di Blog
Oke, teori udah. Sekarang action! Ini to-do list yang bisa kamu terapin langsung hari ini:
✅ Di Level Konten (Per Artikel):
- Tambahin biodata penulis di akhir atau awal artikel
- Ceritain pengalaman pribadi yang relate sama topik (minimal 1 paragraf)
- Cantumkan 2-3 sumber kredibel dan kasih link
- Pakai foto/screenshot asli hasil jepretan sendiri kalau memungkinkan
- Update artikel lama minimal 6 bulan sekali biar info ga basi
✅ Di Level Blog (Keseluruhan):
- Bikin halaman Tentang yang detail (siapa kamu, keahlian apa, kontak)
- Pasang SSL/HTTPS (biasanya gratis dari hosting, tinggal aktifin)
- Tambahin halaman Disclaimer & Privacy Policy (penting buat kepercayaan dan Adsense, kalau mau daftar ke depannya)
- Tampilkan tanggal publikasi & update di artikel
- Konsisten di satu niche - jangan loncat-loncat topik
Contoh Before dan After Penerapan EEAT
Biar makin jelas, ini contoh transformasi artikel:
❌ Before (Tanpa EEAT):
- ga ada identitas penulis
- ga ada pengalaman pribadi
- ga ada sumber/referensi
- Terlalu generic
✅ After (Dengan EEAT):
- Ada identitas & pengalaman penulis
- Ada sumber kredibel
- Detail & spesifik
- Pembaca jadi lebih percaya
3 Kesalahan Fatal yang Harus Dihindari
Ngga Mencantumkan Identitas Penulis
Google susah buat verify kredibilitas kalau ga tau siapa yang nulis. Minimal kasih nama dan bio singkat di akhir artikel.
Solusi: Bikin author box sederhana dengan foto, nama, dan 2-3 kalimat tentang keahlian kamu.
Copy-Paste Konten Orang Lain
Ini langsung ngancurin trustworthiness kamu. Google bisa detect duplicate content, dan pembaca juga bisa ketauan kalau kamu cuma copas.
Solusi: Baca 5-10 sumber, terus tulis ulang dengan gaya bahasa dan sudut pandang kamu sendiri. Tambahin insight atau pengalaman pribadi.
3. Klaim Tanpa Bukti
Misal nulis Minum air lemon tiap pagi bisa nurunin berat badan 5kg dalam seminggu! ga ada ngasih sumber atau disclaimer. Ini bahaya dan bisa merusak kredibilitas blog kamu.
Solusi: Selalu cantumkan sumber yang jelas. Kalau berdasarkan pengalaman pribadi, kasih disclaimer: Ini pengalaman pribadi saya, hasilnya bisa beda untuk tiap orang.
Cara Ngecek EEAT Kamu Udah Oke Belum?
Kamu ga perlu tools mahal buat ngecek ini. Perhatiin aja sinyal-sinyal ini:
✅ Sinyal EEAT Kamu Kuat:
- Waktu baca artikel meningkat (cek di Google Analytics)
- Banyak komentar atau pertanyaan dari pembaca
- Artikel kamu di-share atau di-link sama blog lain
- Ranking di Google stabil atau naik
❌ Sinyal EEAT Kamu Lemah:
- Bounce rate tinggi (orang langsung kabur)
- ga ada komentar atau interaksi
- Ranking terus turun meski keyword udah dioptimasi
- Traffic ga bertumbuh
Tools Gratis yang Bisa Bantu:
- Google Search Console → Pantau CTR dan posisi ranking
- Google Analytics → Cek engagement rate dan waktu baca
- Ubersuggest (versi gratis) → Analisa backlink dan domain authority
Template Biodata Penulis (Boleh Contek!)
Buat kamu yang bingung bikin author box, ini templatenya:
Tentang [Nama Kamu]:
[Nama] adalah [profesi/keahlian] dengan [X tahun] pengalaman di bidang [topik blog]. [Pencapaian singkat atau latar belakang].
Melalui blog ini, [Nama] berbagi tips dan pengalaman seputar [niche blog] untuk membantu [target pembaca] [tujuan/manfaat].
Kontak: [email] | [Instagram/Twitter]
Contoh isi:
Tentang Bryan Santoso:
Bryan adalah content writer dan blogger teknologi dengan 4 tahun pengalaman di industri digital marketing. Lulusan Informatika ITB yang hobi ngoprek gadget dan ngulik SEO.
Melalui blog ini, Bryan berbagi tutorial praktis dan review jujur seputar teknologi untuk membantu blogger pemula berkembang.
Kontak: [email protected] | @Bryansantoso
Kesimpulan: EEAT Bukan Ilmu Roket
Jujur aja, EEAT itu sebenernya common sense. Kamu cuma perlu:
- Jujur soal siapa kamu dan pengalaman kamu
- Riset yang bener sebelum nulis
- Konsisten di satu topik biar dianggap ahli
- Transparan dengan cantumkan sumber dan kontak
EEAT bukan trik SEO yang bisa didapatin secar instan. Ini aset jangka panjang buat bikin blog kamu dipercaya Google dan pembaca. Lama-lama, traffic organik bakal ngalir sendiri karena orang percaya sama konten kamu.
Mulai dari satu artikel aja dulu. Terapin to-do list di atas, terus liat bedanya setelah 3-6 bulan.



