Pernah nggak sih kamu lagi ngoding, ide lagi mengalir deras, terus pas mau melakukan git push ke repository, tiba-tiba terminal kamu nanyain username dan password (atau Personal Access Token)?
Jujur, itu momen yang lumayan ngerusak mood. Apalagi sejak GitHub memperketat keamanannya dengan menghapus dukungan password akun biasa untuk autentikasi HTTPS beberapa tahun lalu. Kita dipaksa pakai token yang panjangnya minta ampun dan susah dihafal.
Nah, kalau kamu masih mengalami drama login mulu tiap kali mau push atau pull kode, artikel ini adalah penyelamatmu.
Hari ini, aku mau ajak kamu belajar cara menggunakan SSH (Secure Shell) Key untuk GitHub. Ini adalah metode autentikasi yang jauh lebih elegan, aman, dan yang paling penting: bikin kamu ngga perlu ngetik password berulang kali. Sekali setting, jalan terus selamanya.
Siapin VSCode, terminal, atau Git Bash, kita mulai oprek bareng!
Daftar Isi
Kenapa Harus Pindah ke SSH?
Sebelum kita masuk ke teknis bagaimana caranya, ada baiknya kita paham dulu kenapa kita butuh ini.
Secara default, saat kamu melakukan clone repository, biasanya kamu pakai URL HTTPS yang depannya https://github.com/... Ini cara paling gampang emang, tapi repot kalau dipakai untuk jangka panjang.
Beralih ke SSH itu ibarat kamu punya kunci duplikat digital khusus untuk pintu rumahmu (GitHub).
Efisien: Kamu nggak perlu masukin kredensial setiap kali berinteraksi dengan server GitHub.
Keamanan Tingkat Tinggi: SSH menggunakan pasangan kunci kriptografi (public key dan private key) yang sangat sulit diretas dibandingkan password biasa.
Wajib buat Profesional: Kalau kamu kerja di tim besar atau kontribusi ke proyek open source, SSH adalah standar baku.
Jadi, menguasai ini bukan cuma soal kenyamanan, tapi juga kompetensi dasar seorang web developer.
Cara Menggunakan SSH di Github
Pastikan kamu udah menginstal Git di komputermu.
Pengguna Windows: Gunakan Git Bash. Jangan pakai Command Prompt biasa biar perintah Linux-nya jalan semua.
Pengguna macOS/Linux: Terminal bawaan udah cukup sakti.
Udah siap? Mari kita masuk ke langkah pertama.
Cek Ketersediaan SSH Key Lama
Sebelum membuat kunci baru, sopan santunnya kita cek dulu, jangan-jangan di laptop kamu sebenarnya sudah ada kunci SSH bekas proyek lama.
Buka terminal/Git Bash kamu, dan ketik perintah berikut:
ls -al ~/.sshPerintah ini akan menampilkan daftar file di dalam folder .ssh yang tersembunyi. Coba perhatikan outputnya. Apakah kamu melihat file dengan nama seperti:
id_rsa.pub
id_ed25519.pub
id_ecdsa.pub
Kalau ada, berarti kamu udah punya kuncinya. Kamu bisa melewati langkah pembuatan kunci dan langsung loncat ke langkah menambahkan ke SSH Agent.
Tapi, kalau outputnya error atau foldernya kosong, atau kamu sekadar ingin kunci yang fresh dan lebih aman, mari kita buat baru di langkah kedua.
Generate SSH Key Baru (Standar Moderen)
Dulu, orang-orang pakai algoritma RSA. Tapi di tahun 2025 ini, standar yang lebih disarankan dan lebih cepat adalah Ed25519. Ini adalah algoritma kriptografi yang lebih modern dan aman.
Ketik perintah ini di terminal kamu (ganti email dengan email yang terdaftar di GitHub kamu ya):
ssh-keygen -t ed25519 -C [email protected]Jika sistem kamu jadul banget dan nggak support Ed25519, kamu bisa pakai:
ssh-keygen -t rsa -b 4096 -C [email protected]
Setelah kamu tekan Enter, sistem akan bertanya:
Enter file in which to save the key: Tekan Enter aja langsung. Ini bakalan nyimpan kunci di lokasi default (/c/Users/namamu/.ssh/id_ed25519). Jangan diubah kalau kamu pemula, nanti ribet konfigurasinya.
Enter passphrase (empty for no passphrase): Ini opsional.
Kalau kamu paranoid soal keamanan (misal laptop sering dipinjam orang), isi dengan password tambahan. Tapi konsekuensinya, setiap
git pushkamu harus masukin password ini.Kalau kamu (seperti aku) pengen hidup tenang tanpa ngetik password lagi, kosongin aja dan tekan Enter.
Tekan Enter sekali lagi untuk konfirmasi.
Finally! Kamu akan melihat gambar randomart (seni ASCII acak) di terminal. Itu tandanya kunci digital kamu sudah jadi.
Menjalankan SSH Agent
Punya kunci aja ngga cukup, kita butuh satpam yang megang kunci tersebut biar siap dipakai kapan saja. Satpam ini namanya SSH Agent.
Pertama, pastikan SSH Agent-nya nyala di background:
eval "$(ssh-agent -s)"Kalau sukses, terminal akan membalas dengan Agent pid 12345 (angkanya bisa beda-beda).
Selanjutnya, kita berikan kunci yang baru kita buat tadi ke si Agent:
ssh-add ~/.ssh/id_ed25519Kalau tadi kamu pakai RSA, ganti jadi id_rsa.
Jika muncul tulisan Identity added..., berarti satpam udah pegang kuncinya. Aman!
Mendaftarkan Key di Github
Nah, sekarang bagian terpenting. Kunci SSH itu berpasangan:
Private Key: Disimpan di laptop kamu (JANGAN KASIH KE SIAPAPUN).
Public Key: Ini yang harus kita setor ke GitHub.
Kita perlu nyalin isi dari Public Key. Caranya:
Untuk Windows (Git Bash):
clip < ~/.ssh/id_ed25519.pub(Perintah ini otomatis meng-copy isi file ke clipboard).
Untuk macOS:
pbcopy < ~/.ssh/id_ed25519.pubUntuk Linux (cara manual)
cat ~/.ssh/id_ed25519.pubLalu blok teks yang muncul dimulai dari ssh-ed25519 sampai email kamu dan klik kanan -> Copy.
Masuk ke Dashboard GitHub
Buka browser dan login ke akun GitHub kamu.
Klik foto profil di pojok kanan atas, pilih Settings.
Di menu sebelah kiri, cari bagian “Access” dan klik SSH and GPG keys.
Klik tombol hijau bertuliskan New SSH key.
Title: Isi bebas, saran aku pakai nama perangkat, misal Laptop Kerja Langit atau Macbook Deuxly. Ini biar kamu ngga bingung kalau nanti punya banyak device.
Key type: Biarkan default (Authentication Key).
Key: Paste (Tempel) kode yang tadi sudah kamu copy di kolom kotak besar ini.
Klik Add SSH key.
Biasanya GitHub akan minta kamu masukin password akun GitHub sekali lagi buat konfirmasi keamanan.
Uji Koneksi
Jantung berdebar? Tenang. Mari kita tes apakah laptopmu dan GitHub udah salaman dengan baik.
Kembali ke terminal, ketik perintah ini:
ssh -T [email protected][email protected] dengan email kamu. Biarin gitu aja.Saat pertama kali terhubung, terminal akan nanyain: Are you sure you want to continue connecting (yes/no/[fingerprint])?
Ketik yes lalu tekan Enter.
Kalau berhasil, kamu akan dapat balasan ramah dari GitHub:
Jangan panik dengan kata-kata does not provide shell access. Itu normal. Yang penting ada kata successfully authenticated. Selamat! Koneksi SSH kamu sudah aktif.
Mengubah Remote URL Repository (WAJIB)
Banyak orang berhenti di Langkah 5 dan bingung, Kok aku push masih dimintain password?
Itu karena repository (folder proyek) kamu masih disetting menggunakan jalur HTTPS, bukan SSH. Kita perlu ubah jalurnya.
Masuk ke folder proyek kamu lewat terminal: cd nama-proyek-kamu.
Cek remote URL saat ini:
git remote -vKalau hasilnya berawalan https://github.com/ …, kita harus ubah.
Buka halaman repository proyekmu di website GitHub.
Klik tombol hijau Code, pilih tab SSH, dan copy URL-nya biasanya berawalan
[email protected]:...Kembali ke terminal, ketik perintah ganti URL:
git remote set-url origin [email protected]:username/repo-kamu.git- Cek lagi dengan
git remote -vuntuk mastiin kalau udah berubah.
Sekarang, coba lakukan git pull atau git push. Dijamin lancar jaya ngga ditanya password lagi!
Troubleshooting (Masalah yang sering muncul)
Namanya juga ngoding, pasti ada aja masalahnya. Berikut beberapa kendala umum yang sering dialami dan solusinya:
- Permission Denied (publickey)
Ini error yang paling klasik. Penyebabnya biasanya:
Kamu salah copy Public Key ke GitHub (mungkin ada spasi berlebih atau kurang huruf).
Private key belum ditambahkan ke SSH Agent (ulangi Langkah 3).
Kamu mencoba login pakai
ssh -T [email protected](Ingat, harusnya[email protected]).
- SSH Agent Mati Saat Terminal Ditutup
Di Windows, kadang SSH Agent berhenti jalan kalau Git Bash ditutup. Solusinya, kamu bisa menambahkan skrip auto-launch di file .bashrc atau .profile kamu, tapi cara termudah adalah memastikan kamu menjalankan eval "$(ssh-agent -s)" dan ssh-add lagi kalau error muncul setelah restart laptop.
- Mengelola Banyak Akun GitHub
Punya akun GitHub kantor dan pribadi di satu laptop? Ini butuh trik khusus menggunakan file config di dalam folder .ssh. Kamu harus mendefinisikan Host yang berbeda untuk tiap kunci.
Kesimpulan
Menggunakan SSH Key di GitHub adalah investasi waktu yang sangat berharga. Memang di awal terlihat agak ribet dengan perintah-perintah terminal yang asing. Tapi percayalah, 10 menit yang kamu habisin untuk setting SSH ini akan menghemat ratusan jam di masa depan. Kamu ngga perlu lagi pusing nyari catatan token atau password tiap kali mau update blog atau project.
Proses kerja jadi lebih mulus, sat-set.
Sekian panduan dari Deuxly. Semoga artikel Cara Menggunakan SSH di Github membantu kamu lepas dari permasalahan login HTTPS yang melelahkan. Jangan lupa bagikan artikel ini ke teman ngoding kamu yang masih sering ngeluh ribet pas git push!
Punya pertanyaan atau mentok di salah satu langkah? Tulis aja di kolom komentar atau hubungi aku.
Happy Coding and Keep Pushing!





