Cara Membuat Blog untuk Pemula dengan 8 Langkah - Kalau kamu mendarat di artikel ini, kemungkinan besar ada satu pertanyaan yang lagi muter-muter di kepala kamu: “Masih relevan nggak sih bikin blog di tahun 2025?”
Di era di mana TikTok dan Instagram Reels merajai internet dengan konten video durasi pendek, rasanya wajar kalau kamu ragu. Tapi, izinkan aku (Deuxly) kasih tahu satu rahasia kecil: Blogging belum mati. Justru, sekarang adalah waktu terbaik untuk mulai.
Kenapa? Karena di tengah banjir informasi yang cepat hilang (fomo), orang-orang mulai rindu dengan konten tulisan yang mendalam, terstruktur, dan bisa dicari kembali lewat Google. Blog bukan cuma tempat curhat kayak zaman Friendster dulu, tapi sekarang udah jadi aset digital. Bisa buat portofolio, personal branding, bahkan mesin pencetak uang pasif.
Di blog deuxly.id ini, aku sendiri udah buktiin. Menggunakan teknologi yang tepat (aku pakai Hugo
, nanti aku ceritain dikit) dan strategi yang benar, blog bisa jadi “rumah” yang nyaman di internet.
Nah, di artikel kali ini, aku nggak akan cuma ngasih tutorial kaku ala robot. Aku bakal ajak kamu menyelami proses pembuatan blog dari A sampai Z dengan bahasa manusia. Siapkan kopi, yuk kita mulai!
Tentukan Mengapa dan Apa Niche Blog Kamu
Kesalahan fatal pemula (termasuk aku dulu) adalah langsung buru-buru beli domain tanpa tahu mau nulis apa. Akibatnya? Seminggu nulis, bulan depan bingung, tahun depan domainnya hangus (expired).
Sebelum ngomongin lebih lanjut, jawab dulu pertanyaan ini: Blog ini buat siapa?
Jangan Jadi Toko Serba Ada
Kalau kamu artis terkenal, mungkin orang mau baca apa saja tentang hidupmu. Tapi kalau kita rakyat jelata, orang datang ke blog kita karena butuh solusi.
Pilihlah satu topik spesifik (niche).
- Suka masak? Bikin blog resep masakan anak kos.
- Suka teknologi? Bikin blog review gadget atau tutorial blog (kayak aku!).
- Suka jalan-jalan? Bikin blog traveling hemat budget.
Semakin spesifik topikmu, semakin mudah juga Google buat ngerti blog kamu sebagai “ahli” di bidang tersebut. Istilah kerennya di dunia SEO adalah Topical Authority.
Konsep Ikigai dalam Nge-Blog
Carilah titik temu antara:
- Apa yang kamu sukai (Passion).
- Apa yang kamu kuasai (Skill).
- Apa yang orang lain cari (Market).
Kalau cuma ngikutin tren tapi kamu ngga suka, kamu bakal capek sendiri (burnout). Kalau cuma nulis yang kamu suka tapi nggak ada yang cari, blogmu bakal sepi kayak kuburan. Keseimbangan itu kuncinya.
Memilih Platform untuk Blog
Ini bagian yang sering bikin pusing. Ada banyak banget platform di luar sana. Biar gampang, aku bagi jadi tiga kategori utama:
The Giants (WordPress.org)
Ini adalah raja hutan rimba blogging. Lebih dari 40% website di dunia pakai WordPress.
- Kelebihan: Gampang banget (tinggal instal), plugin sangat melimpah (mau fitur apa aja ada), dan tutorialnya bertebaran di mana-mana.
- Kekurangan: Kadang jadi berat (bloated) kalau kebanyakan plugin, dan faktor keamanan harus sering dipantau.
- Cocok buat: Pemula sampai profesional yang mau fleksibilitas tanpa harus jago koding.
The Geeks (Static Site Generator - SSG)
Nah, ini yang dipakai sama deuxly.id. Contohnya Hugo (favoritku), Jekyll, atau Gatsby.
- Kelebihan: Kecepatan setara kilat (serius, ngebut banget!), keamanan tingkat dewa (karena nggak ada database), dan hostingnya seringkali gratis (pakai GitHub Pages/Netlify).
- Kekurangan: Butuh pengetahuan teknis (minimal nggak takut liat layar hitam terminal/command line). Nggak ada tombol “Publish”, adanya
git push. - Cocok buat: Developer, programmer, atau kamu yang suka tantangan dan performa maksimal.
The Freewheels (Blogspot/Medium)
Platform gratisan yang nebeng di server orang lain.
- Kelebihan: Gratis tis tis. Ngga mikirin server error.
- Kekurangan: Kamu nggak punya kontrol penuh. Kalau platformnya tutup atau akunmu di-banned, hilanglah semua tulisanmu. Susah buat dimonetisasi secara maksimal.
Menentukan Nama Blog, Domain dan Hosting
Kalau blog itu rumah, Domain adalah alamatnya (misal: deuxly.id), dan Hosting adalah tanah tempat rumah itu berdiri.
Tips Memilih Nama Domain
Nama domain itu branding seumur hidup. Jadi pikirkan baik-baik.
- Mudah Dieja: Hindari penggunaan angka atau tanda strip (-) kalau bisa. Jangan bikin orang bingung, misal:
b1og-ku-keren.com. Susah kan? - Ekstensi TLD:
.commasih jadi raja karena paling familiar. Tapi kalau targetmu spesifik orang Indonesia,.idatau.my.id(yang murah meriah) juga oke banget buat SEO lokal. - Representatif: Namanya harus nyambung sama isinya, atau gunakan nama kamu sendiri untuk personal branding.
Memilih Hosting
Khusus pengguna WordPress, hosting adalah nyawa. Jangan tergiur harga termurah 10 ribu per bulan kalau akhirnya servernya sering down. Cari hosting yang punya fitur:
- Support SSD/NVMe (biar cepat).
- Ada fitur One-Click Install WordPress.
- Gratis SSL (gembok hijau di browser).
- CS-nya fast response 24 jam (penting banget pas blogmu error jam 2 pagi).
Tahap 4: Instalasi dan Pengaturan Awal
Anggaplah kamu memilih jalur umum: WordPress. Zaman sekarang, instal WordPress ngga perlu download file manual dan upload ke FTP.
Login ke cPanel/Member Area hosting kamu.
Cari menu Softaculous App Installer atau WordPress Manager.
Pilih Wordpress dan Klik Install.
Isi data-data dasar (Judul Blog, Username Admin, Password).
Klik tombol Install di bawah.
Tunggu 1 menit, dan Blog kamu udah jadi.
Ritual Wajib Setelah Instal
Jangan langsung nulis! Ada beberapa hal yang harus dikencangkan dulu:
- Ubah Permalink: Masuk ke Settings -> Permalinks. Pilih opsi “Post name”. Ini wajib hukumnya buat SEO. Jangan biarkan URL blogmu isinya angka acak.
- Instal Plugin SEO: Pilih salah satu aja, RankMath atau Yoast SEO. Ini bakal jadi asisten pribadi yang ngingetin kalau tulisanmu kurang oke.saran aku sih pake Rankmath aja, karena banyak fitur gratis yang bisa kita manfaatin.
- Pasang Google Analytics & Search Console: Biar kamu tahu siapa yang baca blogmu dan kata kunci apa yang mereka cari di Google.
Desain (Theme)
Penyakit blogger pemula adalah sibuk gonta-ganti tema biar kelihatan keren, penuh animasi, ada musik latar, dan kursornya keluar bintang-bintang.
Stop it. Tolong, berhenti.
Di tahun 2025, standar web yang bagus itu: Clean, Minimalis, dan Cepat. Pengunjung datang mau baca informasi, bukan mau lihat pasar malam.
- Pilih tema yang ringan (lightweight). Kalau di Hugo ada
deuxlythemeyang aku pakai, kalau di WordPress ada tema seperti GeneratePress, Blocksy atau Astra. - Pastikan Mobile Friendly. 80% orang bakal baca blogmu lewat HP sambil rebahan. Kalau di HP tampilannya hancur, mereka bakal kabur.
- Perhatikan Font. Gunakan ukuran huruf yang nyaman dibaca (minimal 16px) dan kontras warna yang baik (teks gelap di latar terang).
Mulai Menulis Konten
Blog udah jadi, desain udah rapi. Sekarang saatnya mengisi rumah dengan perabotan, alias Artikel.
Menulis di blog beda sama menulis cerpen atau skripsi. Kita menulis untuk dua audiens: Manusia dan Mesin (Google).
Struktur Artikel yang Ramah SEO
- Judul Memikat (Clickable, not Clickbait): Janjikan manfaat di judul.
- Paragraf Pendek: Maksimal 3-4 baris per paragraf. Mata manusia cepat lelah baca tembok teks di layar.
- Heading dan Subheading (H2, H3): Gunakan ini untuk memecah poin-poin bahasan. Kayak yang kamu baca sekarang ini, rapi kan?
- Gambar Pendukung: Sertakan gambar atau infografis biar nggak bosan. Tapi ingat, kompres dulu ukurannya biar nggak berat loadingnya.
Riset Keyword Sederhana
Jangan asal nulis Curhat hari ini sedih banget. Kecuali kamu selebgram, ngga ada yang nyari itu di Google. Gunakan tools gratisan kayak Google Trends, Keywords Everywhere atau Ubersuggest versi gratis. Cari apa yang orang tanyakan. Misal, daripada nulis Kucingku Lucu, lebih baik nulis Cara Merawat Kucing Persia untuk Pemula. Itu ada pasarnya.
Promosi dan Konsistensi
Ini adalah tembok besar yang bikin 90% blogger gugur di 3 bulan pertama. Udah capek nulis, kok yang baca cuma 5 orang?
Tenang, itu wajar. SEO butuh waktu. Google butuh waktu buat percaya sama blog baru. Biasanya butuh 3-6 bulan sampai trafik organik mulai mengalir deras.
Selama menunggu, lakukan ini:
- Share ke Sosmed: Jangan malu share tulisanmu di Twitter, LinkedIn, atau Facebook Group yang relevan.
- Blogwalking: Main ke blog orang lain, tinggalin komentar yang bermutu (jangan nyepam link doang). Bangun relasi.
- Update Konsisten: Lebih baik 1 artikel per minggu tapi rutin, daripada 10 artikel sehari terus vakum setahun.
Kesimpulan: Mulai Aja Dulu, Sempurnakan Nanti
Membuat blog itu perjalanan maraton, bukan lari sprint. Akan ada masa-masa bosan, masa-masa trafik turun, atau masa-masa bingung mau nulis apa Writer’s Block.
Tapi percayalah, kepuasan saat ada orang yang komentar Terima kasih, artikel ini membantu banget! itu rasanya luar biasa. Belum lagi kalau nanti blogmu udah mulai menghasilkan cuan dari Adsense atau tawaran kerjasama.
Jadi, tunggu apa lagi? Domain impianmu mungkin sedang dilirik orang lain saat ini. Amankan sekarang, instal CMS-nya, dan tulislah kata pertamamu.
Kalau kamu bingung atau ada langkah yang macet, jangan sungkan tanya di kolom komentar atau colek aku. Kita belajar bareng-bareng di sini.








