Cara Memasang Efek Getar Di Blogger, Haptic Feedback

Terakhir di Update January 03, 2026

Pernah ngga sih kalian lagi asik scroll aplikasi di HP, misalnya pas lagi nge-like foto di Instagram atau refresh timeline Twitter (sekarang X) terus ngerasain ada getaran halus di jempol? Bzzzt! Singkat, padat, dan entah kenapa rasanya… satisfying banget.

Itu bukan HP kalian yang rusak atau kedinginan, itu yang dinamakan Haptic Feedback atau efek getar.

Di era web modern ini, kita ngga cuma berlomba-lomba bikin blog yang enak dilihat secara (visual) dan enak dibaca (konten), tapi juga enak dirasakan (peraba). Nah, hari ini Deuxly bakal ajakin kalian buat ngoprek template Blogger kesayangan kita biar punya fitur kece ini.

Cara Memasang Efek Getar Di Blogger, Haptic Feedback
Nov 24, 2025
7 min read
0 Views
0 Komentar

Pernah ngga sih kalian lagi asik scroll aplikasi di HP, misalnya pas lagi nge-like foto di Instagram atau refresh timeline Twitter (sekarang X) terus ngerasain ada getaran halus di jempol? Bzzzt! Singkat, padat, dan entah kenapa rasanya… satisfying banget.

Itu bukan HP kalian yang rusak atau kedinginan, itu yang dinamakan Haptic Feedback atau efek getar.

Di era web modern ini, kita ngga cuma berlomba-lomba bikin blog yang enak dilihat secara (visual) dan enak dibaca (konten), tapi juga enak dirasakan (peraba). Nah, hari ini Deuxly bakal ajakin kalian buat ngoprek template Blogger kesayangan kita biar punya fitur kece ini.

Tenang, ngga perlu jadi master coding buat nerapin ini. Kita bakal pakai JavaScript murni yang ringan, simpel, dan pastinya bikin blog kalian terasa lebih canggih kayak aplikasi native Android.

Siapin kopi, backup template, dan kita mulai bedah caranya!

Daftar Isi

Apa Itu Efek Getar dan Kenapa Blog Kamu Butuh Ini?


Sebelum kita masuk ke dapur rekaman (baca: Edit HTML), mungkin ada yang nanya: “Duh, Deuxly, emang penting ya? Bukannya malah bikin kaget visitor?”

Pertanyaan bagus! Mari kita bahas dari sisi User Experience (UX).

Efek getar di sini bukan getaran panjang kayak pas ada telepon masuk ya. Ini adalah getaran mikro (milidetik) yang berfungsi sebagai konfirmasi fisik.

  1. Kepastian Tindakan (Feedback Loop): Secara psikologis, manusia butuh konfirmasi. Saat user klik tombol “Download” atau “Dark Mode”, getaran halus memberi sinyal ke otak: “Oke, tombol sudah ditekan, perintah diterima!” Tanpa getaran atau animasi, kadang user bingung, “Ini udah ke-klik belum sih?”

  2. Sensasi Premium & Modern: Coba bandingkan website jadul sama Web Apps zaman now. Fitur kecil kayak haptic feedback ini bikin blog kalian terasa “mahal”, responsif, dan hidup.

  3. Aksesibilitas: Bagi teman-teman kita yang mungkin punya keterbatasan penglihatan, respon fisik berupa getaran sangat membantu mereka tahu bahwa jari mereka sudah menekan tombol yang aktif.

Jadi, ini bukan cuma soal gaya-gayaan, tapi soal meningkatkan kenyamanan pengunjung.

Mengenal Senjata Kita

Teknologi di balik trik ini namanya Vibration API. Ini adalah fitur bawaan browser modern yang memungkinkan JavaScript “ngobrol” sama hardware getar (motor vibrator) di HP pengunjung.

Kodenya super simpel, cuma satu baris:

navigator.vibrate(50);

Angka 50 di dalam kurung itu artinya durasi getaran dalam satuan milidetik.

50 = Getaran sangat pendek (tik!). Cocok buat tombol menu.

1000 = Getaran 1 detik (ngung!). Kepanjangan buat tombol, jangan dipakai kecuali buat prank (eh, jangan ya).

Catatan Penting Sebelum Eksekusi:

  1. Fitur ini hanya bekerja di Perangkat Mobile (HP/Tablet). Kalau dibuka di Laptop/PC ya nggak bakal getar, kecuali laptopnya punya stik PS.

  2. Pengguna iOS (iPhone/iPad): Apple agak “pelit” soal akses hardware via web. Di banyak versi iOS/Safari, fitur ini mungkin diblokir atau butuh izin khusus. Tapi di Android (Chrome, Opera, Firefox), ini lancar jaya!

Persiapan: Safety First!

Sobat Blogger yang budiman, aturan emas sebelum ngoprek template adalah: BACKUP DULU!

Jangan sampai niat hati mau bikin blog keren, eh malah error dan lupa kode aslinya gimana.

  1. Masuk ke Dashboard Blogger.

  2. Klik menu Tema (Theme).

  3. Klik tanda panah kecil di sebelah tombol “Sesuaikan”.

  4. Pilih Cadangkan (Backup).

  5. Udah aman? Oke, mari kita pilih metode yang paling pas buat kebutuhanmu.

Si Praktis (Untuk Satu Tombol Saja)

Cara ini cocok buat kamu yang cuma pengen nambahin efek getar di satu tombol spesifik. Misalnya, cuma di tombol “Download Sekarang” atau tombol “Dark Mode”. Kamu nggak butuh script global yang ribet.

Caranya: Kamu tinggal menyisipkan kode navigator.vibrate(50) langsung di dalam tag HTML elemen tersebut menggunakan atribut onclick.

  • Contoh Tombol Biasa:
<button onclick="navigator.vibrate(50)">Klik Saya!</button>
  • Contoh Penerapan di Link: Misalnya kamu punya tombol download seperti ini:
<a href="[https://link-download.com](https://link-download.com)" class="button-download">Download File</a>

Tinggal tambahkan sedikit bumbu menjadi:

<a href="[https://link-download.com](https://link-download.com)" class="button-download" onclick="navigator.vibrate(50)">Download File</a>

  • Kelebihan: Sangat ringan, tanpa script tambahan di template.
  • Kekurangan: Capek kalau harus nambahin satu-satu ke banyak tombol.

Si Cerdas (Otomatis Berdasarkan Class)

Nah, ini metode favorit Deuxly. Cara ini cocok buat kamu yang pengen semua menu navigasi atau semua tombol otomatis punya efek getar tanpa harus edit HTML satu per satu.

Kita akan bikin script yang bilang: Hei Browser, tolong cari semua elemen yang punya nama class tombol-keren, terus kalau diklik, tolong getarin HP-nya!

Langkah-langkah:

  1. Buka Tema > Edit HTML.

  2. Scroll sampai ke paling bawah, cari kode penutup </body>

  3. Letakkan kode JavaScript berikut tepat di atas kode </body>

    <script>
    /*<![CDATA[*/
    document.addEventListener("DOMContentLoaded", function() {
        // DAFTAR CLASS YANG MAU DIGETARKAN
        // Ganti '.tIc', '.mobMn li' dengan class elemen di templatemu
        // Pisahkan dengan koma jika lebih dari satu
        var elemenTarget = document.querySelectorAll('.tIc, .mobMn li, .button, #header-menu');
    
        // Loop untuk memasang "penyadap" klik di setiap elemen
        for (var i = 0; i < elemenTarget.length; i++) {
            var tombol = elemenTarget[i];
            tombol.addEventListener('click', function() {
                // Durasi getar 50ms (cukup halus)
                navigator.vibrate(50);
            });
        }
    });
    /*]]>*/
    </script>

Cara Mengetahui Nama Class: Gimana taunya nama class di blog kita apa?

  • Buka blogmu di browser PC.

  • Klik kanan pada tombol/menu yang dimau.

  • Pilih Inspect (Inspeksi).

  • Lihat bagian class="…". Nah, nama itulah yang kamu masukkan ke dalam script di atas (jangan lupa pakai titik . di depannya).

Si Fleksibel (Pakai Class Pemicu ‘Getar’)

Metode ini adalah jalan tengah. Kamu pasang satu script global, terus kalau nanti bikin postingan dan mau ada tombol yang bergetar, kamu tinggal kasih label khusus.

Kita sepakati nama labelnya adalah: getar

  • Langkah 1: Pasang Script Global Simpan kode ini di atas </body>

            <script>
    /*<![CDATA[*/
    // Script Efek Getar by Deuxly
    document.addEventListener("DOMContentLoaded", function() {
      // Mencari semua elemen yang punya class "getar"
      var pemicu = document.querySelectorAll('.getar');
      
      pemicu.forEach(function(el) {
        el.addEventListener('click', function() {
          // Getar 40ms (Sangat halus, seperti iPhone)
          navigator.vibrate(40);
        });
      });
    });
    /*]]>*/
    </script>

  • Langkah 2: Cara Pakainya di Postingan Sekarang, kapanpun kamu mau bikin elemen bergetar, cukup tambahkan class=getar di HTML-nya (masuk mode HTML View saat nulis postingan).

  • Tombol: <button class='btn-merah getar'>Beli Sekarang</button>

  • Gambar: <img src='foto.jpg' class='getar' />

  • Teks: <span class='getar'>Klik tulisan ini!</span>

Simpel, rapi, dan terkontrol!

Membuat Pola Getaran (Vibration Pattern)

Bosan dengan getaran tik sekali doang? Vibration API itu canggih, Kamu bisa bikin pola ritme layaknya sandi morse.

Formatnya adalah array angka: [getar, diam, getar, diam, ...]

Coba eksperimen ganti angka 50 di script tadi dengan variasi ini:

  1. Efek Jantung (Heartbeat): navigator.vibrate([100, 50, 100]); (Getar 100ms, diam 50ms, getar lagi 100ms) Ini keren banget buat tombol notifikasi atau peringatan.

  2. Double Tap: navigator.vibrate([50, 50, 50]); (Tik-tik!) Memberi kesan responsif yang cepat.

  3. Efek Error (Panjang): navigator.vibrate(300); (Getar agak lama). Gunakan ini kalau user salah isi password atau formulir.

Tips UX: Jangan gunakan pola yang terlalu panjang atau rumit untuk tombol navigasi biasa. Nanti user malah risih dan dikira HP-nya glitch. Tetap gunakan yang pendek (30ms - 50ms) untuk interaksi standar.

FAQ (Pertanyaan yang Sering Muncul)

Klik untuk melihat detail

Q: Min, kok di iPhone teman saya ngga jalan? A: Seperti yang saya singgung di awal, ekosistem iOS emang agak ketat. Safari di iOS sering memblokir akses getar kecuali user benar-benar berinteraksi aktif, dan kadang settingan sistem HP-nya sendiri mematikan Haptics untuk hemat baterai. Jadi, anggap fitur ini sebagai bonus buat pengguna Android, ya!

Q: Bikin loading blog jadi berat nggak? A: Sama sekali nggak! Script di atas ukurannya nggak sampai 1KB (kilobyte). Jauh lebih ringan daripada kamu upload satu foto thumbnail. Ini cuma perintah teks biasa ke browser, jadi PageSpeed dan SEO kamu aman sentosa.

Q: Aman nggak buat AdSense? A: Aman banget. Ini murni fitur antarmuka (UI), nggak ada hubungannya sama manipulasi klik iklan atau pelanggaran kebijakan Google. Asalkan kamu nggak memanipulasi user buat klik iklan dengan cara curang, script ini sah-sah saja.


Tips Terakhir

Mentang-mentang udah bisa pasang, jangan kalap ya, jangan semua elemen di blog kamu kasih efek getar. Bayangin kalau user lagi baca artikel, terus tiap scroll atau klik teks dikit HP-nya getar terus. Yang ada mereka malah kabur karena keganggu wkwk.

Gunakan Efek Getar hanya pada:
  • Menu Navigasi Utama (Hamburger menu di mobile).
  • Tombol Call-to-Action (CTA) penting (Download, Beli, Daftar).
  • Tombol interaktif (Toggle Dark Mode, Search Button, Close Popup).

Intinya, gunakan sebagai aksen, bukan menu utama.

Penutup

Gimana? Ternyata bikin blog jadi lebih interaktif itu ngga sesulit yang dibayangin kan? Cuma modal copy-paste script beberapa baris, blog kamu udah punya fitur setara Web App kekinian.

Dengan nambahin sentuhan kecil seperti Vibration API, kamu udah nunjukin ke pengunjung blog bahwa kamu peduli detail. Dan percayalah, detail kecil itulah yang ngebedain blog biasa aja dengan blog profesional.

0
Cara Memasang Efek Getar Di Blogger, Haptic Feedback
Cara Memasang Efek Getar Di Blogger, Haptic Feedback

Pernah ngga sih kalian lagi asik scroll aplikasi di HP, misalnya pas lagi nge-like foto di Instagram …

Bagikan Artikel Deuxly ke:
  • WhatsApp
  • Facebook
  • Twitter
  • Pinterest

Komentar (0)

Paste kode HTML/Script di sini untuk di-parse (Encode).
Membalas: ...
Guest
Support Markdown
Memuat komentar...